Minggu, 06 Januari 2013

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERKEMBANGAN HUBUNGAN SOSIAL


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERKEMBANGAN HUBUNGAN SOSIAL
Proses sosialisasi individu terjadi di tiga lingkungan utama, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah,  dan lingkungan masyarakat. Dalam lingkungan keluarga, anak mengembangkan pemikiran tersendiri yang merupakan pengukuhan dasar emosional dan optimisme sosial melalui frekuensi dan kualitas interaksi dengan orang tua dan saudara-saudaranya. Proses sosialisasi ini turut memengaruhi perkembangan sosial dan gaya hidupnya di hari-hari mendatang. Dalam lingkungan sekolah, anak belajar membina hubungan dengan teman-teman sekolahnya yang datang dari berbagai keluarga dengan status dan warna sosial yang berbeda. Dalam lingkungan masyarakat, anak dihadapkan dengan berbagai situasi dan masalah kemasyarakatan.
            Pengaruh lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat terhadap perkembangan sosial.
1.      Lingkungan keluarga
Ada sejumlah faktor dari dalam keluarga yang sangat dibutuhkan oleh anak dalam proses perkembangan sosialnya, yaitu kebutuhan akan rasa aman, dihargai, disayangi, diterima, dan kebebasan untuk menyatakan diri. Rasa aman meliputi perasaan aman secara material dan mental. Perasaan aman secara material berarti pemenuhan kebutuhan pakaian, makanan, dan sarana lain yang diperlukan sejauh tidak berlebihan dan tidak berada diluar kemampuan orang tua.
Manusia normal, baik anak maupun orang dewasa, senantiasa membutuhkan perhargaan atau dihargai orang lain. Oleh karena itu, memperlakukan anak didepan orang banyak merupakan pukulan jiwa yang sangat berat dan dapat berakibat buruk bagi perkembangan sosial anak. Dalam aspek psikologis, anak dapat terhambat atau bahkan tertekan, misalnya saja kemapuan dan kreatifitasnya sehingga mengakibatkan anak lebih banyak berdiam diri.sikap seperti ini muncul karena merasa bahwa sesuatu yang akan dikemukakannya tidak akan mungkin mendapat sambutan bahkan atau bahkan akan dipermalukan.sebaliknya, memberikan pujian kepada anak secara tepat adalah sangat baik. Cara ini akan dapat menimbulkan perasaan disayang pada diri anak yang dinyatakan secara menyenangkan oleh orang tua. Menyatakan kasih sayang kepada anak sampai anka menyadari bahwa dirinya disayang oleh orang tuannya
2.      Lingkungan sekolah
Kehadiran disekolah merupakan perluasan lingkungan sosialnya dalam proses sosialisasinya dan sekaligus merupakan faktor lingkungan baru yang sangat menantang atau bahkan mencemaskan dirinya. Para guru dan teman2 sekelas membentuk susatu sistim yang kemudian menjadi semacam lingkungan norma bagi dirinya.selama tidak ada pertentangan, selama itu pula anka tidak akan mengalami kesulitan dalam menyesuaiakan dirinya. Namun jika salah satu kelompok lebih kuat dari uang lainnya, anak akan menyesuaikan dirinya dengan kelompok dimana dirinya dapat diterima dengan baik.
            Ada empat tahap proses penyesuaian diri yang harus dilakukan oleh anak selama membangun hubungan sosialnya, yaitu sebagai berikut.
A.     Anak dituntut agar tidak merugikan orang lain serta menghargai dan menghormati orang lain.
B.     Anak dididik untuk menaati peraturan peratuaran dan menyesuaikan diri dengan norma norma kelompok.
C.     Anak dituntut untuk lebih dewasa didalam melakukan interaksi sosial berdasarkan asas saing memberi dan menerima
D.     Anak dituntut untuk memahami orang lain.
Keempat tahap proses penyesuaian diri berlangsung dari proses yang sederhana ke proses yang semakin kkompleks dan semakin menuntut penguasan sistim respon yang kompleks pula. Selama proses penyesuaian diri , sangat mungkin terjadi anka menghadapi konflik yang dapat beraakibat pada menghambatnya perkembangan sosial mereka.
3.      Lingkungan masyarakat
Salah satu masalah dialami oleh remaja dalam proses sosialisasinya adalah bahwa tidak jarang masyakat bersikap tidak konsistenterhadap reamaja. Di satu sisi remaja diangap sudah beranjak dewasa, tetapi kenyataan disis lain mereka tidak diberikan kesemnpatan atau peran penuh sebagaimana orang yang sudah dewasa. Untuk masalah – masalah yang dipandang penting dan menentukan , reamja masih sering dianggap anak kecil atau paing tidak dianggap belum mampu sehingga sering minimbulkan kekecewaanatau kecengkelan pada remaja. Keadaan seperti ini seringkali menjadi penghambat perkembangan sosial remaja. 

REFERENSI:  ALI MOHAMMAD, MOHAMMAD ASRORI,  PSIKOLOGI REMAJA.
BANDUNG: BUMI AKSARA

0 komentar:

Poskan Komentar

 

:: Perahu kertas.blogspot.com :: Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
and web hosting